jump to navigation

Jurnalis di Era Online October 15, 2016

Posted by edisant in Jurnalisme.
Tags: , , ,
add a comment

“This is the golden age of journalism. Researching for a story has never been easier. We get a lot of information from our viewers.”…. “Twitter, in terms of promoting our content, and in terms of attracting journalistic contribution has made a big impact… (Social media offers) interactivity – the general “democratisation” of what we do and audience research and reach.” (Jon Snow, presenter ITN Channel 4 News, Inggris)

billdevices33Dunia jurnalistik berubah signifikan, seiring dengan hadirnya internet. Konektifitas telah merubah cara orang mengkonsumsi berita, mencari berita, dan juga menyebarkan berita. Sebelum internet, orang menunggu berita. Orang menanti Koran pagi atau menunggu siaran berita radio/ televisi. Sekarang, orang tak lagi menunggu, tetapi mencari berita. Melalui aktivitas ‘searching’ atau ‘surfing’, orang terus meng-update apa yang sedang terjadi di dunia ini. (more…)

Menghakimi Makna October 12, 2016

Posted by edisant in media.
Tags: , , , , ,
add a comment

ahokKontroversi pernyataan Ahok seputar al Maidah 51 masih berlanjut. Hal yang wajar, tentu saja, terlebih isu ini memiliki nilai politik, khususnya dalam Pilkada DKI 2017 yang kian memanas. Saya tertarik ikut nimbrung dalam hiruk pikuk ini, bukan dalam konteks politik, tetapi pada dimensi budaya dan komunikasi (ini sekaligus sebagai discalimer, bahwa tulisan ini tak ada kaitannya dengan dukung mendukung calon gubernur).

Pernyataan bahwa ‘Ahok menghina al Qur’an’ adalah makna yang terbangun dalam diri seseorang, begitu juga dengan pernyataan bahwa ‘Ahok sebetulnya tidak sedang menghina al Qur’an. Pidato Ahok  depan warga Kepulauan Seribu adalah satu hal, sedangkan interpretasi atas pidato itu adalah hal lain. Makna tidak melekat dalam pesan, tetapi terbangun dalam kepala kita masing-masing. Audiens Ahok dalam pertemuan itu tak bereaksi marah, bahkan terdengar tertawa (setidaknya yang tertangkap dalam video rekaman). Entah makna apa yang terbangun dalam kepala mereka. Kita tidak tahu persis, sama halnya kita tak bisa memastikan apakah Ahok memang berniat menghina Qur’an atau tidak. Ahok sendiri (dan Tuhan, tentu saja) yang tahu. (more…)

Boleh Berbagi, Asal… September 27, 2016

Posted by edisant in Curhat, Jurnalisme, media.
Tags: , , , , ,
add a comment
email-send-ss-1920Alkisah, Socrates mendapat kunjungan seorang teman lama. Tamu ini datang penuh antusias, seolah ada hal penting yang hendak disampaikannya. “Socrates, aku ada kabar penting tentang murid-muridmu,” ujarnya, seolah tak sabar untuk sekadar berbasa-basi terlebih dulu. Socrates yang arif itu bisa menebak maksud kedatangan tamunya.

(more…)

Agar RRI-TVRI Berkelas Dunia February 6, 2016

Posted by edisant in media.
Tags: , , , ,
add a comment

Jpeg

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri undangan RRI Purwokerto untuk berpartisipasi dalam diskusi seputar RUU RTRI. Di awal presentasinya, Darmanto (pegiat Rumah Perubahan Lembaga Penyiaran Publik, Yogyakarta) sebagai pemakarsa acara ini bertanya kepada hadirin, “Apakah Bapak Ibu sebelum mendapat undangan acara ini tahu tentang RUU RTRI?” Ternyata hampir semua peserta diskusi, termasuk saya, mengaku tidak tahu.

Agak memalukan memang, khususnya buat saya: pengajar ilmu komunikasi, yang kadang merasa sebagai pengamat media. Tapi begitulah faktanya. Jujur, saya baru searching, setelah mendapat undangan. Dari situlah, saya menemukan beberapa fakta menarik. Rancangan Undang-undang Radio Televisi Republik Indonesia ini merupakan inisiatif Komisi I DPR, sebagai upaya memperkuat keberadaan lembaga penyiaran publik, khususnya RRI dan TVRI. Keberadaan dua lembaga penyiaran publik itu sebelumnya hanya diatur dalam Undang Undang Penyiaran No 32 tahun 2002. (more…)

Melawan Malas April 16, 2010

Posted by edisant in Uncategorized.
Tags:
1 comment so far

Sekian lama tak kubuka, akhirnya kangen juga. Setidaknya setelah melihat blog teman-teman yang nampak dinamis. Kenapa saya tak bisa seperti mereka. Bukankah kita semua memiliki rentang waktu, melewati sederet pengalaman?
Malas. Nampaknya itu jawaban yang paling tepat. Tak mudah untuk sekadar menyempatkan diri untuk melongok ‘dashboard’, menulis sepatah dua patah kata. Tak ringan untuk konsisten selalu bercerita. Tak melulu omong kosong, pasti ada kabar yang membawa inspirasi.
Semoga pagi ini adalah awal untuk melawan malas.

Jurnalisme Objektif Vs Jurnalisme Subjektif March 24, 2009

Posted by edisant in Jurnalisme.
add a comment

GAGASAN jurnalisme objektif telah menjadi isu penting selama hampir satu setengah abad terakhir, yang puncaknya ketika menjadi paradigma berita utama di Amerika Serikat para tahun 1931. Waktu itu, paradigma objektif menjadi senjata utama menghadapi propaganda pasca Perang Dunia I. Sampai tahun 1930-an, jurnalisme objektif banyak dipersamakan dengan istilah netralitas, atau memisahkan antara fakta dan nilai.

(more…)

Sekilas Jurnalisme March 11, 2009

Posted by edisant in Jurnalisme.
add a comment

JURNALISTIK atau jurnalisme berasal dari kata journal, artinya catatan harian, atau catatan harian, atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti surat kabar. Journal berasal dari bahasa Latin diurnalis, artinya harian atau tiap hari. Dari istilah inilah kemudian lahir kata jurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik Kusumaningrat, 2005:15). Istilah jurnalisme dan jurnalistik pada dasarnya bermakna sama. Jurnalisme mengacu kepada istilah yang biasa dipakai di Amerika Serikat (journalism), sementara jurnalistik (journalistic) mengacu ke Eropa. (more…)

Dramaturgi Pastor dan Imam Sholat March 6, 2009

Posted by edisant in Riset.
2 comments

“Kamu tak akan pernah menjadi religius ketika kamu tak pernah merasakan kesendirian,” kata orang bijak. Memang, kesendirian bisa menjadi indikator religiusitas seseorang. Dalam kesendirian, kesadaran akan eksistensi Tuhan yang lebih menentukan, tak ada lagi motif-motif karena orang lain. Sementara itu, kesalehan dalam ruang publik sungguh susah menilai ketulusannya. Ada seribu motif ketika seseorang melakukan ibadah di tengah-tengah komunitas sosialnya. (more…)

Menulis Feature March 2, 2009

Posted by edisant in Jurnalisme.
add a comment

PERNAH membaca sebuah berita yang basi? Maksudnya, informasi yang kita terima dari berita itu bukanlah hal baru. Kita mungkin sudah mendengarnya dari radio, melihatnya di televisi atau membacanya di koran lain. Memang, aktualitas merupakan nilai berita yang penting. Lalu, bagaimana dengan media yang terbit mingguan atau bahkan bulanan? Seperti media kampus yang terbit tiap semester (atau justru setahun sekali?). Jelas dong, bagi media seperti ini kalah dalam hal aktualitas. Pengelola media memang harus kreatif agar tak ditinggalkan pembaca. Kalau kita tak bisa menjual aktualitas, kenapa tak menonjolkan misalnya kedalaman berita atau gaya bahasanya? Di sinilah pengenalan terhadap feature akan membantu kita. (more…)

Yang Tegar di Atas Bukit February 26, 2009

Posted by edisant in Reportase.
add a comment

SUATU hari di tahun 1975, seorang lelaki berumur 32 tahun berdiri tegak di sebuah bukit. Pandangannya memutar, menerobos semak, jalan setapak, petak sawah, pepohonan sengon hingga jajaran pinus yang membentuk hamparan hijau di antara kaki gunung Palasari dan Manglayang. Beberapa rumah penduduk lebih nampak seperti gubuk. Sosok pemuda berbadan kekar itu mengalihkan tatapannya ke langit yang cerah sambil menengadahkan tangannnya, Dengan lirih dia berdoa, “Ya Allah, saya ingin bukit ini jadi tempat amal saya.” (more…)