jump to navigation

Islamic Calendar May 25, 2009

Posted by edisant in Uncategorized.
add a comment

Jurnalisme Objektif Vs Jurnalisme Subjektif March 24, 2009

Posted by edisant in Jurnalisme.
add a comment

GAGASAN jurnalisme objektif telah menjadi isu penting selama hampir satu setengah abad terakhir, yang puncaknya ketika menjadi paradigma berita utama di Amerika Serikat para tahun 1931. Waktu itu, paradigma objektif menjadi senjata utama menghadapi propaganda pasca Perang Dunia I. Sampai tahun 1930-an, jurnalisme objektif banyak dipersamakan dengan istilah netralitas, atau memisahkan antara fakta dan nilai.

(more…)

Sekilas Jurnalisme March 11, 2009

Posted by edisant in Jurnalisme.
add a comment

JURNALISTIK atau jurnalisme berasal dari kata journal, artinya catatan harian, atau catatan harian, atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti surat kabar. Journal berasal dari bahasa Latin diurnalis, artinya harian atau tiap hari. Dari istilah inilah kemudian lahir kata jurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik Kusumaningrat, 2005:15). Istilah jurnalisme dan jurnalistik pada dasarnya bermakna sama. Jurnalisme mengacu kepada istilah yang biasa dipakai di Amerika Serikat (journalism), sementara jurnalistik (journalistic) mengacu ke Eropa. (more…)

Dramaturgi Pastor dan Imam Sholat March 6, 2009

Posted by edisant in Riset.
add a comment

“Kamu tak akan pernah menjadi religius ketika kamu tak pernah merasakan kesendirian,” kata orang bijak. Memang, kesendirian bisa menjadi indikator religiusitas seseorang. Dalam kesendirian, kesadaran akan eksistensi Tuhan yang lebih menentukan, tak ada lagi motif-motif karena orang lain. Sementara itu, kesalehan dalam ruang publik sungguh susah menilai ketulusannya. Ada seribu motif ketika seseorang melakukan ibadah di tengah-tengah komunitas sosialnya. (more…)

Menulis Feature March 2, 2009

Posted by edisant in Jurnalisme.
add a comment

PERNAH membaca sebuah berita yang basi? Maksudnya, informasi yang kita terima dari berita itu bukanlah hal baru. Kita mungkin sudah mendengarnya dari radio, melihatnya di televisi atau membacanya di koran lain. Memang, aktualitas merupakan nilai berita yang penting. Lalu, bagaimana dengan media yang terbit mingguan atau bahkan bulanan? Seperti media kampus yang terbit tiap semester (atau justru setahun sekali?). Jelas dong, bagi media seperti ini kalah dalam hal aktualitas. Pengelola media memang harus kreatif agar tak ditinggalkan pembaca. Kalau kita tak bisa menjual aktualitas, kenapa tak menonjolkan misalnya kedalaman berita atau gaya bahasanya? Di sinilah pengenalan terhadap feature akan membantu kita. (more…)

Yang Tegar di Atas Bukit February 26, 2009

Posted by edisant in Reportase.
add a comment

SUATU hari di tahun 1975, seorang lelaki berumur 32 tahun berdiri tegak di sebuah bukit. Pandangannya memutar, menerobos semak, jalan setapak, petak sawah, pepohonan sengon hingga jajaran pinus yang membentuk hamparan hijau di antara kaki gunung Palasari dan Manglayang. Beberapa rumah penduduk lebih nampak seperti gubuk. Sosok pemuda berbadan kekar itu mengalihkan tatapannya ke langit yang cerah sambil menengadahkan tangannnya, Dengan lirih dia berdoa, “Ya Allah, saya ingin bukit ini jadi tempat amal saya.” (more…)

Jurnalisme Nurani February 26, 2008

Posted by edisant in Jurnalisme.
Tags:
add a comment

DALAM khasanah jurnalisme, memang tidak ada rumusan yang baku tentang apa itu jurnalisme nurani. Istilah ini kemudian dimaknai secara kontekstual dan partikular. Jean Lacouture (1990) misalnya, menyebut nurani sebagai nilai dasar yang melekat pada setiap manusia, sehingga seorang jurnalis sesungguhnya adalah mahluk nurani. Dia menandaskan, “The journalist is a creature with a conscience that no press baron, no dominant ideology, no group complicity can ever completely suppress. (more…)

Silaturahmi February 26, 2008

Posted by edisant in Curhat.
Tags: ,
add a comment

Blog sebenarnya telah saya kenal sekian tahun lalu, khususnya ketika masih bekerja di sebuah perusahaan media online. Memang, waktu itu blog belum populer, fasilitas yang ditawarkan secara cuma-cuma pun relatif terbatas. Saya pun tak terlalu tertarik. Buat apa blog? Kok narsis amat sih, begitu dulu saya berpikir. Tapi nampaknya ramalan McLuhan benar, dunia semakin datar dan tak berbatas (borderless). Dunia virtual lah akarnya. Laju pemakaian internet tak terbendung. Biaya akses semakin murah. Ide kampung virtual kini bukan mimpi, bahkan bisa jadi nanti semakin sulit dibedakan mana dunia nyata dan dunia maya. Walhasil, dunia maya adalah realitas yang tak bisa dipungkiri. Berbagai keperluan manusia kini diselesaikan secara online. Sahabat saya, di perumahan sebelah, kini memiliki RT-RW net. Mereka ngobrol, meskipun rumahnya berdekatan, tak lagi di bawah pohon waru (seperti waktu kecil dulu), tetapi melaui chating. Maka popularitas blog adalah cerita lain tentang fenomena maya yang kini menjadi nyata. Gak punya blog gak gaul, kata mahasiswa. Benar juga, siapa sih yang kenal kita? Paling sebatas relasi yang pernah kontak fisik. Tanpa harus berangkat dari semangat narsis, menjadi lebih dikenal dan mengenal, bukankah itu realisasi prinsip silaturahmi (yang dianjurkan agama)? Dalam konteks inilah saya berikhtiar, semoga blog sederhana ini menjadi media silaturahmi.

Hello world! January 26, 2008

Posted by edisant in Uncategorized.
1 comment so far

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!